Entri Populer

Sabtu, 05 Februari 2011

Si Culun VS Si Cakep Part 11

maaf i have a big problem,,  nah sekarang yang penting sudah di post kan :)

nih part 11 nya,, semoga suka yaaa..

enjoy....

rify nya belum ada dulu yahhh ;)





Saat nya tibalah shilla yang tampil
“baiklah! Peserta berikutnya akan membawakan puisi berjudul ‘kami lah sang dunia’” tutur sang MC

Shilla pun maju kedepan,, sedikit nervous memang! Tetapi ia berusaha membuag segalanya,, dengan penuh penghayatan shilla memulai puisinya

ketika dunia harus bersama sebagai satu
dimana banyak orang yang mati
itulahh..
itulah saatnya untuk meminjam tangan untuk kehidupan


kita tidak bisa terus menerus dari hari kehari diam.
seseorang, di sesuatu tempat akan segera membuat perubahan.
dan kitalah salah satu bagian dari itu
kebenaran dan cintalah yang kita butuhkan!


kitalah dunia!
kami adalah orang orang yang mmembuat hari akan cerah
kami menyelamatkan kehidupan semua
memang hanya kami yang membuat hari lebih baik, hanya kau, dan aku!

Dengan penuh keseriusan shilla kembali bercuap…

tunjukan rasa peduli anda
jadi mereka akan tahu! bahwa anda yang peduli!
Dan kehidupan mereka akan menjadi lebih kuat dan bebas
ulurkan tangan mu!seberapa peduli kamu dengan sekitarmu!


jika kamu turun, dan keluar, tanpaknya tidak ada sama sekali harapan
tetapi jika kamu percaya akan ‘keajaiban’
semuanya tidak akan ada kata 'tidak mungkin'
semuanya jadi mungkin jika kita kerjakan bersama

kami adalah anak anak yang mampu mengubah kata
'tidak bisa!' menjadi 'bisa'
kami akan mencerahkan kembali semuanya
dan hanya ada kau dan aku disana!

shilla mengakhiri dengan senyuman lebar,,, kali ini hampir semua penonton yang bertepuk tangan di sana,, buk ira senang karna ngga sia sia latihan nya,, setelah beberapa tahun ngga ada yang bisa menggantikan iel sebagai pembaca puisi terbaik di sekolah! Sekarang sudah ada tia!,, sambil melihat di belakang panggung
“sungguh penghayatan yang sangat bagus tia!” ucap bu ira sambil memeluk tubuh shilla
“makasih bu! Tapi kalo boleh jujur! Tia juga ngga tau kenapa bisa segitu serius nya! Tiba tiba aja seperti itu!” ucap shilla sedkit ngga percaya
“terimakasih uda mau melakukan yang terbaik untuk sekolah!” ucap bu ira
“pasti dong buk!” ucap shilla seraya tersenyum

Sementara di kursi penonton sivia hanya tersenyum simpul! Karena sivia sudah berani bertaruh kalo shilla bisa melakukan semua itu
“tia bagus banget ya!” ucap sivia
“iya! Jadi ingat waktu gue pernah jadi perwakilan baca puisi waktu sekolah aja!” ucap iel nyengir
“hahaha,, oh ya,ya lo kan pernah jadi perwakilan sekolah ikut lomba puisi! Persis banget ya! lo kok mirip tia banget!” ucap sivia seraya tersenyum

^^^

Malamnya shilla ngga bisa tidur, bukan karena suasana hotelnya ngga enak,, Cuma ntah apa yang dia pikirkan,, yang jelas dia ngga bisa tidur,, mungkin masih dag dig dug untuk mendengarkan hasil pengumuman besok kali ya!,, kali ini dia merasa bosan,, segera dia buka samaran culunnya lalu pergi keluar kamar..
“duh makan,, makanan di pinggiran yang ada di depan hotel ah!mana tau itu bisa bikin gue agak tenang!” guman shilla lalu menuju lift,, saat mau memasuki lift shilla menemukan cakka didalamnya

“tia? Mau kemana?” Tanya cakka sedikit terkejut
“eh ketauan! Ngga ada nih! Ngga bisa tidur gue! Mau makan makanan yang didepan,, mana tau bisa agak tenang gituh!hehe aneh ya? oh ya! lo sendiri ngapain di luar malam malam? Ngga takut ketauan lo?” ucap shilla
“haha,, ada ada aja! Ketauan? Nih hotel kan punya oppa gue! Jadi yaaaa… terserah gue mau ngeluyur kemana! Gue kan uda tau jalan jalan yang panitia ngga bakal muncul!”ucap cakka dengan santainya
“oh ya? kok gue baru tau ya? Maksudnya?” ucap shilla
“yaaaa… jalan yang Cuma di ketahui oleh orang orang hotel!, disini ada lift khusus karyawan! Jadiii yaaa gue lewat situ tadi pas keluar! Cuma karna keadaannya aman tadi yauda, gue lewat lift biasa!” ucap cakka
“ohhh.. eh jangan kasih tau gue keluar yaaa... gue pergi dulu!” ucap shilla lalu pergi
“eits! Ngga takut ketauan?” ucap cakka memberhentikan langkah shilla
“lo lupa penyamaran gue ya? Sekarang kan gue jadi shilla! Jadi yaaaa.. ngga ada yang bakal nyangka!” ucap shilla dengan enjoy nya!
“eh! Gue ikut dong! Gue juga ngga bisa tidur nih!” ucap cakka
“mmm.. ntar lo nya lagih,, yang ketauan!” ucap shilla cemas
“yaaaa.. kita lewat lain aja! Trus,, lewat pintu belakang aja!” ucap cakka memberi pentunjuk
“oh,, yauda deh! Gue juga takut ada yang nyadar kalo ini gue!” ucap shilla lalu mengikui cakka

Akhir nya mereka sampai di warung depan! Secepatnya shilla meminta mie goreng, sedangkan cakka memesan teh hangat

“sampai kapan lo mau nyamar shil?” ucap cakka sambil mengaduk teh hangat nya
“yaaaa.. samapai akhir akhir sekolah lah! Emang kenapa?” ucap shilla malah balik nanya
“mmm.. ngga ada sih! Cuma lo ngga capek apa? Pura pura mulu sama orang?” ucap cakka
“ya cepek lah! Tapi mau gimana lagi! Gue yang mulai! Gue juga yang harus mengakhiri!” ucap shilla sambil menyantap makanan nya
Cakka hanya mengangguk perkataan shilla,, tiba tiba buk winda dan salah seorang panitia masuk ke warung itu! Shilla yang paling pertama melihat buk winda langsung khawatir kalo cakka bakal ketauan! Tanpa abis pikir shilla langsung memeluk cakka.. cakka sepontan terdiam..

“shil! Kenapa?” bisik cakka
“sorry ka! Ada buk winda dan panitia! Bahaya!” bisik shilla

Cakka hanya diam,, untung aja buk winda Cuma membeli minuman sama seorang panitia! Memang semua guru guru perwakilan di suru ngumpul sama panitia,, jadi wajar aja kalau ada buk winda ataupun guru lain!

Shilla pun melepas pelukannya dengan muka merah kayak tomat!

“sorry ya!” ucap shilla
“yaaa.. ngga apa kok! Seharus nya gue yang berterimakasih! Karna elo uda nyelamatin gue!” ucap cakka
“iya! Yauda! Kita balik lagi yuk! Gue cemas ntar panitia yang lain kesini!” ucap shilla lalu pergi dengan cakka

***
 Kamar cakka,, cakka tambah ngga bisa tidur! Ia masih teringat saat shilla memeluknya secara mendadak!

“gue ngga mungkin naksir shilla! Secara dia Cuma mau gue jadi objek buat balas dendam sama alvin! Dan kalo sampai ray tahu gue naksir shilla ini bakal jadi runyam!” guman cakka sambil melihat langit langit kamar hotel dan mengingt raut muka shilla ketika ketakutan di kejar rio dan debo,, juga saat mukanya memerah pas memeluk cakka! Tertawa saat dia senang! Itulah yang ada di pikiran cakka,, setelah agak beberapa lama cakka merenung akhirnya dia pun tertidur..

+++

Keesokan pagi nya shilla dan ify sudah bangun dan siap siap buat sarapan, shilla hanya terdiam, karena dia ngga mau mengganggu ify yang sedang seriusnya menghafal rumus rumus...

“hai!” sapa seseorang memecahkan lamunan shilla
“eh!cakka! kenapa?” ucap shilla mendapati cakka menepuk pundaknya pelan
“mmm.. jalan jalan sekitar hotel yuk!” ajak cakka
“mm.. boleh lah! Fy gue pergi bentar ya!” ucap shilla setelah mendapatkan anggukan ify lalu shilla pergi sama cakka
“kok mereka akrab?” ucap seorang cowok langsung menduduki kursi di depan ify sambil membawa secangkir teh dan buku
“gue juga ngga tau yo!” ucap ify kembali membaca buku, sedangkan rio hanya menatap penuh pertanyaan melihat tia dan cakka


Di belakang hotel terdapat sebuah lapangan basket dan taman, cakka pun memulai bermain basket di hadapan shilla, shilla yang melihat itu tersenyum, shilla sih mau ikut Cuma dia ngga pandai sama sekali bermain basket!

“lo mau main?” ucap cakka menghampiri shilla
“ngga ah! Gue ngga pandai!” tolak shilla
“udah! Sini gue ajarin!” ajak cakka menarik tangan shilla lalu memegang kedua tangannya shilla dari belakang shilla
“nah! Yang di perlukan itu sedikit tekanan! Dan yakinlah kalau bola itu akan masuk!” ucap cakka memberi arahan
Shilla hanya mengangguk lalu memasukkan bola dan “MASUK”

“yeee.. bisa!” teriak shila
“nah! Bisa kan! Lo aja yang bilang ngga bisa!” ucap cakka tersenyum
“hehehe,, lo sering kesini kalo latihan?” ucap shilla
“gue kesini kalo gue kesepian doang! Sambil merenung gue main basket! Gue nyaman aja di sini!” ucap cakka sambil memainkan lagi bolanya
“oohhh.. kesepian? Playboy kayak lo bisa kesepian juga??” ejek shilla
“yaelah! Dari mana tuh gosip kalo gue playboy? Enak aja lo!” ucap cakka
“hahaha,, bayak kok yang bilang!” ucap shilla sambil tertawa
“termasuk lo? Iya?” ucap cakka mengacak rambut shilla
Tampa sadar muka mereka saling pandang,, hening sejenak!

“hei! Kita di suru ngumpul sama buk ira, untuk latihan!” ucap rio berhasil membuat cakka dan shilla buang muka,, rio pun pergi dari situ... sedangkan shilla cepat cepat menyusul rio,, cakka tersenyum jail sebentar laluberjalan menuju ruang latihan

Saat menuju ke ruangan latihan shilla dan rio saling diam! Rio yang sangat pengen tau ada hubungan apa tia dan cakka memulai bicara “lo ngga pacaran kan sama cakka?” ucap rio
“ah! Ngga kok! Kami Cuma temenan!” ucap shilla gugup
“yaaaa lo ngga pacaran! Tapi lo naksirkan sama cakka? Asal lo tau! Cakka tu bukan cowok baik baik!” ucap rio
“satu gue ngga suka sama cakka! Dua kalo lo ber anggapan kalo cakka cowok yang ngga baik baik lo salah besar! Dia baik banget malah!” tegas shilla
“gue ngga percaya! Kalo lo ngga suka sama cakka, kenapa segitu nya lo ngebelain dia! Dan satu hal yang harus lo ketahui dari sifat cakka, dia itu memang suka baik awalnya sama cewek! Tapi kalo dia uda bosan! Yaaaa. Paling lo bakal di tinggalin sama dia!” ucap rio sedikit geram
“terserah lo deh! Gue bingung ya! Kenapa lo benci banget sama cakka! Dan gue ngga suka sama sifat lo yang itu!” ucap shilla
“gue cuma mau ngingetin lo tia! Dan juga gue mau lo jangan khianati alvin yang udah jatuh cinta sama lo!” ucap rio sedikit teriak
Shilla berhenti menatap rio sinis, lalu mendahului rio dan menghilang dari hadapannya rio...

Rio terdiam sebentar, “lo kejebak tia! Dan kalau alvin kenapa kenapa karena lo tia, gue bakal bertindak terlebih dahulu!” guman rio

Diruangan ify belajar bersama buk winda, rio bersama pak duta, sedangkan cakka dan shilla di tangani sama buk ira, saat cakka menyanyi shilla ngga hentinya menatap cakka, cakka yang menyadari itu pura pura ngga tau, dengan cara itu cakka dengan gampang mendekati shilla... sedangkan rio yang melihat itu sedikit geram dengan tingkah cakka yang gampang di tebak Cuma hanya shilla yang ngga menyadarinya


***

Sekarang saatnya perlombaan, sistemnya tetap sama, lomba nyanyi didahulukan, dan cakka mendapatkan no urut 3!

Setelah beberapa lama akhirnya peserta no 3, yaitu cakka, cakka pun maju sambil membawa gitarnya! Kali ini peserta di perbolahkan memainkan alt musik sendri!

“baiklah ini lah peserta no 3, yang akan menyanyikan lagu “that should be me” yaitu cakka nuraga” tutur sang MC...

Mulai lah cakka memainkan gitarnya dulu barulah menyanyi, dan kali ini beberapa anak SMA dari sekolah turut hadir...

Everybody's laughing in my mind
Rumors spreadin' 'bout this other guy
Do you do what you did when you did with me,
Does he love you the way I can?
Did you forget all the plans that you made with me
Cause baby I didn't

That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me, that should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can't go on
'Till you believe that
That should be me

That should be me

You said you needed a little time for my mistakes
It's funny how you used that time to have me replaced
Did you think that I wouldn't see you out at the movies
What you doin' to me
You're taking him where we used to go
Now if you're tryin' to break my heart
It's working cause you know that

That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me, that should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can't go on
'Till you believe
That should be me

I need to know should I fight for love
Or disarm
It's getting harder to shield
This pain in my heart

Ooh Ooh

That should be me holding your hand
That should be me making you laugh
That should be me this is so sad
That should be me, that should be me
That should be me feeling your kiss
That should be me buying you gifts
This is so wrong
I can't go on
'Till you believe
That that should be me

(Holding your hand)
That should be me
(The one making you laugh (oh baby oh))
That should be me

That should be me
(Giving you flowers)
That should be me
(Talking for hours)
That should be me
That should be me
That should be me
Never shouldn't let you go
I never shouldn't let you go
That should be me
I never shouldn't let you go
That should be me

Tepuk tangan meriah dari SMA CENDANA (anggap aja ini nama SMA nya cakka)...

Setelah semua peserta menyanyi, dan juga peserta puisi, kali ini giliran shilla

“baiklah ini pesrta lomba puisi no 13, langsung aja safira zahrantiara (ingat ini naman palsu nya  ke shilla) dengan berjudul CINTA”ucap MC

Shilla pun maju, dilihatnya bangku penonton, berharap ada sivia, iel, dan satu orang sepesial, yaitu ALVIN, dan benar 3 orang yang di harapkan shilla beneran datang dengan penuh senyum...

Cinta? Cinta itu ibarat anak panah
Sekali ia terlepas ia akan menancap kemana aja
Tidak tanganmu, ataupun tanganku yang mampu melepasnya
Dia akan tetap disana, dan waktu tak mampu membuatnya berkarat!

Kadang cinta tidak sepaham dengan logika
Memilih waktu dan orang yang tepat untuk jatuh cinta
Kata orang cinta itu tidak mempunyai mata
Tetapi semua orang yang melihat mempunyai mata

Bersama dirimu
Akan kualami rasa bahagia
Walaupun pasti lebih banyak pahitnya

Memang cinta tidak bermata
Hebatnya cinta dapat membutakan siapa saja
Cinta memang tidak peduli rasa
Semuanya bisa jatuh cinta



waduh, shilla uda ada pertanda nih sama cakka? alvin nya mau di kemanain

si rio sudah mulai bertindaknih! cinta di tolak rio bertindak :P hehehe #plaakk

oh ya,, puisi yang dibaca kan shilla yang pertama itu buatan aku! maaf jelek! soalnya lagi ngga mood bikin puisi :P kalo yang kedua itu mah saya lihat di google cuma ada yang di tambah tambah :P

di tunggu koment and likenya :)


Si Culun VS Si Cakep Part 10

nih part 10 nya! sekarang alvia atau cakshill ya?? ayo,, di pilih di pilih (emang jualan :P)

nikmatin aja dulu cerita nya! yaaa..

enjoy




^^

Shilla yang sedang asik asiknya memakan bakso kang asep yaitu bakso langganannya,, terkejut melihat ify yang tiba tiba muncul kegirangan..

“TIAAAA…” teriak ify dengan suara nya yang melengking
“apaan sih! Bikin kaget aja deh lo!” ucap shilla yang hampir muncrat bakso yang ada di mulutnya (iuh…)
“hwuaaaa…  pokoknya lo harus ikut gue sekarang!!” ucap ify masih kegirangan
“ih.. bentaran dulu ah! Gue baru aja dua suap makan bakso kang asep!” protes shilla
“ah boda ah! Mau bakso kang asaep kek! Bakso kang dadang kek! Maupun bakso kang-guru kek (?)! Bodo amat! Pokoknya.. Lo ikutin gue sekarang!” ucap ify super duper cepat,, tanpa jeda!  langsung menarik shilla dari tempat duduknya mau ngga mau harus ikut,, dari pada makan keselek mulu di buru buru sama si ify mending di tunda aja deh!

“sini deh!” ucap ify menuntun shilla ke madding sekolah
“apaan sih?” Tanya shilla mengikuti langkah tia
“nih baca!” ucap ify

Tertulis di sana daftar nama anak yang kepilih perwakilan sekolah untuk mengikuti beberapa perlombaan  se-jawa.. perwakilannya ada 4 orang yaitu

Olipiade fisika ::Alyssa saufika umari

Olimpiade matematika ::Mario stevano aditya haling

Lomba baca puisi::Safira zaharantiara (?) *ini nama samaran nya shilla :P*

Lomba nyanyi :: Cakka kawekas nuraga

“ha? Kok gue masuk sih?” ucap shilla terkejut
“nilai bahasa Indonesia lo kan bagus banget tia! Apa lagi pas lo baca puisi guru,, pas waktu hari guru! Supah! Gue aja merinding dengarnya,, lagi pula kok lo kaget gitu sih?” ucap ify heran
“yaaaa… gue ngga siap aja! Masa gue sih!ah! lo lebe amat sih! Lagi pula gue orangnya cepat nevous! Ntar malu maluin lagi! Waduh! Ngga bisa ngundurin diri nih?” ucap shilla
“yaaa.. ngga asik mah lo! masa gue cakka dan rio aja perwakilannya! Lagi pula nanti hari nya kita sama! Yaaa.. Cuma palingan beda ruangan! Palingan lo juga sama ruangan nya sama si cakka! Soalnya sama sama seni!dan gue … ehm… sama rio”ucap ify
“kan itu yang lo mau!” goda shilla senyam senyum
“ihhhh ya ngga lah! Ayolah tia! Berjuang dong! Masa ngga mau sih! Kan ada gue!” ucap ify menyemangati
“yauda deh! Tapi rio kok bisa kepilih ya? matimatika pula lagi!” ucap shilla bingung
“lo ngga liat apa? Nilai matematika rio kan bagus mulu! Malahan pernah waktu tu nilai gue Cuma 85,, eh si rio 90!” ucap ify
“ecieeee…. Perhatian nieeee!!!” goda shilla nyengir
“ihhhh rese amat sih loooo..!” ucap ify muka nya uda merah kayak kepiting rebus
“hahahahaha.. kan memang iya,, weeekkk!” ejek shilla sambil menjulurkan lidahnya lalu kabur kekelas

Pelajaran pun dimulai karena jam istirahat pertama udah usai… malah pelajaran sejarah lagi! Yang dibahas nya masa lalu muluuuu.. hellooooo sekarangkan zamannya modern! Kok bahasnya yang lampau muluuu.. yang dibahas itu itu aja malah! Kalo tidur mah! Nyari perkara namanya! Soalnya yang ngajar pak dave! Yang super duper galak! Hampir sama tuh sama buk winda,, yaaa jadi jangan harap bisa tidur di kelas! Kalo ngga mao di suru lari 15 keliling lapangan di tengah terik matahari!

Tok tok tok

“misi pak saya mau manggil ify, rio dan tia pak!” panggil seorang cowok ternyata cakka
“ada keperluan apa cakka?” Tanya pak dave
“mmm.. latihan pak! Ify latihan buat olimpiade fisika,, rio latihan buat olimpiade matematika,, dan tia untuk lomba baca puisi se-jawa pak!” jelas cakka
“oh yauda!” ucap pak dave lalu memanggil ify, tia dan rio “ify, tia, rio silakan keluar!” izin pak dave

Rio, ify dan shilla pun keluar,, cakka yang berdiri di depan pintu tersenyum melihat rio,, rio yang mengingat perkelahian antara Alvin dan cakka,, rio membalas melihatnya sinis,, karna rio tau kalau cakka itu behati busuk! (ampun c~luvers!)

Shilla hanya girang sendiri karena bebas dari pelajaran sejarah! Yang super kuno! Dan yang menurutnya ngga penting untuk dibahas..

@ruang guru

Pak duta,Bu winda dan bu ira uda menunggu disana!
“nah kalian uda tau kan untuk jadi perwakilan sekolah! Untuk mengikuti beberapa perlombaan! Nah perlombaan akan di adakan di hotel! Jadi selama 4 hari kalian harus diwajibkan menginap di hotel agar tidak repot bulak balik dari rumah ke hotel! Jadi akan diadakan di Jakarta! Karena banyak yang datang dari daerah lain! Jadi untuk semua ini ibu harap kan kerjasama nya untuk sekolah, nah kalo olimpiade fisika dan matematika akan di handel oleh buk winda dan pak duta!sedangkan membaca puisi dan nyanyi akan ibu sendiri yang akan meng hendel!” ucap bu ira
“oh ya buk! Kapan lombanya dimulai,, dan Kapan akan di mulai latihannya?” Tanya rio
“mmm.. masih 2 bulanan lagi lah! Jadi kita punya banyak waktu untuk latihan,, jadi setiap palajaran terakhir kalian langsung ke kantor guru dan temui guru yang akan menghendel kalian! Dan kita mulai dari sekarang,, untuk rio dan ify kalian di ruang guru saja,, dan untuk cakka dan tia,, silakan mengikuti saya ke kantor saya! Kita akan belajar di sana!”petunjuk bu ira


###


Beberapa minggu ini shilla sangat di sibukkan oleh latihan puisi yang harus dijalani nya,, dan sekarang shilla udah kembali ke rumahnya dan tidak nginap di rumah Alvin lagi! Sebenarnya sih uda di larang sivia,, Cuma yaaaa,, ngga shilla kalau ngga punya 1001 alasan,, ya katanya sihhh mau fokus gitu,, apa hubungannya?,, (kalo mau tau apa hubungannya Tanya aja langsung shilla nya! #plakk) -___-

@ rumah Alvin
Kali ini Gabriel ngapelin sivia,, yaaa walaupun ngga malam minggu sih! Tapi emang ngga boleh tiap hari ketemuan? Hehe,, Alvin yang sedang di ruang tv Cuma bisa kediem melihat dua insan *ceileh* sedang bermesraan di dekatnya,, iri juga sihhh (makanya vin cepat cepat nembak penulis :P) tapi yaaaa… namanya juga jomblo!

Eh ngga jomblo deng! Alvin kan punya pacar pura pura! Yaitu shilla,,, ya tapi kan Cuma buat pura pura dan acting doang untuk di sekolah! Masa di ajak kesini sihhh.. tapi dalam benak Alvin yang paling dalam dia juga ingin berpacaran sama shilla! bukannya pura pura yaaaa! Tapi Alvin selalu di ganggu oleh masa lalunya yang sulit ia lupakan! Hanya satu yang ia takutkan yaitu pengkhianatan!

^^^

Sekarang tepat 1 minggu sebelum perlombaan! Dan ini cukup menegangkan untuk cakka, shilla, rio, dan ify.. mereka harus lebih konsentrasi,, demin mendapatkan kemenangan… tepatnya hari ini adalah hari senin semua murid sudah berkumpul di kelas,, ify yang sadari dari tadi asik melirik jam tangannya,
“duh tiaaa.. lo kemana sih? Kok belum datang! Bisa mampus lo nanti! Pelajaran kan pelajaran buk winda!” guman ify,, namun terlambat buk winda sudah memasuki kelas

Istirahat..

Ify hanya bengong sambil menggenggam hp nya..
“hei!” ucap seorang cowok dari arah belakang ify
“eh, elo vin! Kenapa? Tumben tumbennya elo manggil gue!” ucap ify menatapnya tajam
“ah elo! Kitakan sebagai teman sekelas wajib berteguran,, ya ngga?” ucap Alvin sambil tersenyum geli
“alah! Ngga usah senyum lo! Kasian ntar lo kesusahan ngeliat! Saking sipitnya mata lo tu!” ucap ify ketus
“ihhh ketus amat sih lo!” ucap Alvin duduk di samping ify
“udah,, jangan banyak bacot! Lo mau nyari tia kan? Sorry! Gue ngga tau dia di mana! Uuda gue telfon ke rumah dan hp nya ngga ada nyambung!” ucap ify to the poin
“ih tau aja si eneng!” ucap Alvin mencolek dagu panjang ify,, sedangkan ify Cuma bisa menjauh ngeri
“kemana yah, tuh anak?” lanjut Alvin lagi
“yeeee.. mana gue tau! Lo kan pacarnya! Masa lo ngga tau!” ucap ify masih dengan nada ketus
Alvin Cuma geleng geleng mengangkat kedua bahunya


***

Malam ini Alvin kembali menghubungi shilla,, tapi ngga ada jawabannya,, sore tadi sih Alvin, ify, dan rio uda kerumah shilla tapi rumahnya tamapak kosong! Sepi! Ngga ada orang!

“eh kak lo tau ngga shilla kemana?” Tanya Alvin saat mendapati kakaknya melewati kamarnya
“ha? Pertanyaan yang konyol Alvin! Shilla ya di rumah nya lah! Aneh kamu!” ucap sivia dengan santainya
“tapi dia hari ini ngga datang kesekolah! Trus kami uda coba hubungi hp nya, tapi ngga akrif,, trus kami juga datang kerumah dia, tapi sepia mat tuh rumah!” ucap Alvin
“wah aneh juga ya?,, ntar deh kakak cari tau! Kakak ke bawah dulu ya,, mau makan! Kamu mau ikut?” ucap sivia
“ngga deh! Gue ngga lapar!” ucap Alvin langsung tidur tiduran di kamarnya

Sesaat sivia berpikir “atau dia balik ke London ya? kok mendadak amat sih! Ngga pamit lagi!” batin sivia lalu geleng geleng

Sudah hari ke enam,, tetapi shilla juga ngga muncul muncul,, juga ngga ada kabar tentangnya! Padahal lomba tinggal 2 hari lagi,,, bu ira Cuma hanya pasrah,, soalnya kalo misalkan menyari murid lain untuk mewakilkan percuma, karena butuh waktu latihan yang lama! Jadi semua hanya pasrah, berharap shilla tiba tiba datang!

^^^

Sekarang hari perlombaan di mulai! Sekarang sudah jam 4 sore! Acaranya di mulai jam 7 malam! Tetapi tidak ada pertanda shilla mau datang,,,

Sedangkan Alvin sendirian di rumah,, karena 3 hari yang lalu sivia pamit ke London bersama iel! Alasannya karena ada urusan mendadak,, Alvin mah santai aja! Toh biasanya dia juga di rumah sendiri,, papanya Alvin sekarang berada di singapur! Biasa kerja!

^^^

Sekarang acara sudah di mulai! Acara di mulai dengan ocehan MC,, cakka dan buk ira sudah duduk di salah satu kursi peserta,, dan lomba menyanyi di mulai duluan,, 1,2,3,4… dan blab la bla,, peserta di panggil,, dan akhirnya nomor urut ke 19! Yaitu cakka!

Kali ini cakka menyanyikan lagu weslife judul nya I HAVE A DREAM

Diawali oleh permainan piano sang pengiring! Lalu baru lah cakka bernyanyi

Ihave a dream,a song to sing..
to help me cope with anything...
if you see the wonder of a fairy tale
you can take the future even if you fail
i belive in angels
something good in everything i see
i belive in angels
when i know the time is right for me
i'll cross the stream - i have a dream


i have a dream a fantasy
to help me through reality
and my destination makes it worth the while
pushing through the darkness still another mile
i believe in angels
something good in everything i see
i believe in angels
when i know the time is right for me
i'll cross the stream - i have a dream


i have a dream, a fantasy
to help me cope with anything
if you see the wonder of a fairy tale
you can take the future even if you fail
i belive in angels
something good in everything i see
i belive in angels
when i know the time is right for me
i'll cross the stream - i have a dream
i'll cross the stream - i have a dream

yeah! Suara riuh tepuk tangan dari penonton! Cakka tersenyum takjub!

Beberapa peserta nyanyi dengan aneka macam lagu! Ada yang bawa lagu jepang! Dan macam macam,, karena tema nya bebas!

Sekarang saatnya lomba puisi..

Bu ira kali ini berharap harap cemas! Karena no urut shilla no 9, sekarang no urut 7
“buk! Saya ngga telat kan buk?” ucap seseorang dari arah belakan bu ira
Bu ira hanya tersenyum senang “kita latihan sebentar!” ucap bu ira
Bu ira dan shilla pun pergi kebelakang panggung
Dan cakka hanya terlihat bengong siapa yang mengantar shilla, yap sivia dan gabriel yang berada di sebelah cakka!


ya elah! shilla bikin orang pada cemas aja! hehe

alvin kasian yaaa,, ngga ada pacar,, mau nya jadian ama penulis,, setuju ngga #plakk (canda kok :P)

perform ya shilla ntar gimana ya??

rify? sabar yak! ;)
sekarang pembahasan kita shilla milih siapa sih? cakka? atau alvin? nah! keputusan orang itu kan bisa berbah ngga menentu! jadi doa'in aja yaaa.. semoga sama yang terbaik :P

koment and like di tunggu :)

Si Culun VS Si Cakep Part 9

haaaiiiii semuaaaa.. nih part 9 nya!

masih ada yang baca kan?? semoga aja ada :)

gimana nih cerita selanjut nya? baca aja yak!! ;)

enjoy :D



Tok tok tok

Terdengar kamar sivia di ketuk…
“kak via,, shilla boleh masuk?” izin shilla saat mendapati sivia lagi duduk termenung di kamar
“oh! Masuk aja shil,, kamarnya ngga di kunci kok!” ucap sivia masih melihat gelapnya malam
“kak,, kok lampu kamarnya di matiin?” Tanya shilla
“oh,, ngga ada dek!,, ya biar lebih enak ngeliat bintang bintangnya dek!”ucap sivia tersenyum melihat shilla
“oh! Gini kak! Ng ng,,, shilla mau pergi bentar ya kak! Mau keluar!” ucap shilla
“mau kemana dek?” Tanya sivia kali ini menghadap shilla
“ng..ng..ng anu kak!.. ng.. ada sedikit urusan bentar kak!” ucap shilla
“oh! Maaf ya kakak ngga bisa nemenin! Jadi kamu pergi sendiri aja ya!”
“oh ngga usah kak! Shilla pakai taksi aja!” ucap shilla
“oh,, yauda kamu pakai aja mobil kakak! Kalo Alvin dia juga ngga bisa nemenin! Soalnya tadi pas kamu di kamar dia pergi kerumah rio kalo ngga salah!” ucap sivia
“hehe,, iya kak ngga apa kok!” ucap shilla sambil membetulkan kaca mata gedenya itu
“oh! Yauda,, ambil aja kunci mobilnya di atas meja yang di dekat meja makan ya!”  ucap sivia
“oukeh kak!” ucap shilla lalu pergi ke bawah


“pokoknya masalahnya harus selesai sekarang!” guman shilla saat menuruni tangga

@cafe

“hai kak!” ucap shilla
“hai tia! Ada apa yaaa?? Kok tumben mau ketemu kakak?” Tanya seorang cowok itu
“mmm.. mau ngomong dari mana ya? kak iel uda mesan makanan?” Tanya shilla duduk di hadapan cowok yang bernama iel itu
“uda kok! Oh ya by the way ada apa nih? Kok serius amat sih kayaknya!” ucap iel sambil  nyengir
“mmm gini kak masalah kak via!” ucap shilla membuka topik
“via? Kamu kenal sama sivia?” Tanya iel curiga
“aduh! Cerita dari mana ya? pokoknya tia kenal deh sama kak via! Ngga usah nanya dari mana! yang jelas Tia kenal kak via!mm kalo boleh nanya kemaren pas malam minggu kakak ketemuan ya di taman sama kak via?” Tanya shilla
“ha? Kamu tau dari mana tia?” Tanya iel agak terkejut soalnya setau iel hanya ada mereka berdua saat itu,,
“aduhhhh.. gini kak! Tia ini kenal sama kak sivia uda lama! Saat kak sivia kuliah kemaren! Yaaa,,, jadi tia disuru nginap di rumah kak via,, ya waktu kak via pulang pas malam minggu,, tia ngeliat kak via pulang pulang nangis… trus….”
“sivia uda cerita semuanya?”potong iel
“ng..ng..ng.. iya kak! Semuanya! Malahan kak via bilang kalo…..”
“posisi sama! Ya kan?” potong iel lagi,, seakan tau apa yang mau di ucap kan shilla
“kok kakak tau?” Tanya shilla kebingungan
“kakak juga merasa gitu kok! Saat buk ira cerita tentang kamu yang katanya anak pindahan! Kata buk ira cara kita berbicara yang bijak dan cara belajar yang santai tapi nangkap apa pelajaran yang masuk pun sama! Kakak mah awalnya biasa aja! Trus ngga tau kenapa saat kamu dekat dengan Alvin dan berani  melawan Alvin yang bisa dibilang penguasa di sekolah! Kamu dengan santainya bisa nakhlukkan nya! Yaaaa kakak bisa akui kalo kita banyak kesamaan” ucap iel sembari tersenyum
“tia ngga tau itu pujian atau apa! Yang jelas,, makasih kak! Tapi… mmm.. bukan nya mau ikut campur ya kak! Tapi kalo tia boleh jujur kak sivia masih cinta kok sama kakak! Tadi kak via bawa tia ke menara tepat dimana kakak nembak kak via!” ucap shilla
“trus dia cerita apa aja tia?” Tanya iel mulai penasaran
“yaaa mulai dari kakak pertama kali masuk sekolah.. trus waktu kakak dan kak via bikin perjanjian melalui pertandingan basket.. lalu kakak sakit karna kak via… nembak kak via.. trus nyanyiin lagu kesukaan nya kak via ,, lalu kakak menghilang!” ucap shilla panjang lebar
“jadi dia cerita semuanya sama kamu?” Tanya iel,, lalu dapat anggukan dari shilla
“trus apa dia bilang lagi tia?” Tanya iel
“mmm.. kak via ngakuin kalo dia masih sayang gitu sama kakak!” ucap shilla jujur
“tapi kenapa dia ngga mau dengar penjelasan kakak? Dia malah nampar kakak dan tamabah marah sama kakak!” ucap iel menutup muka nya dengan telapak tangan nya
“kalo tia lihat kak! Kak sivia itu hanya kebawa emosi kok! Buktinya aja waktu dia cerita sama tia,, dia terang terangan bilang kalo dia suka sama kakak! Jadi apa yang harus di bingungi lagi! Sekarang tinggal kakak sendiri aja,, gimana cara kembali takhluk kan kan via! Persis seperti kakak takhluk kan kak via dulu!” ucap shilla tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya
“hahaha,, kamu ada ada aja! Tapi makasih ya! sarannya! Kalo gitu kamu mau ngga bantuin kakak?” Tanya iel sambil tersenyum
“hahaha boleh boleh aja! Asal….” Ucap shilla menggantung kata katanya
“asal apa?” Tanya iel
“asalkan tia ngga di suru membunuh kak via atau Alvin,, hehehe!” ucap shilla
“kak via atau Alvin,, atau alvin nya aja?? Hayooo?” goda iel
“ihhhh kakak rese amat sih? Ya dua duanya lah!” ucap shilla yang mukanya uda merah padam

Keesokan hari nya,, tepatnya malam hari,, shilla dan Gabriel uda nyusun rencana saat nya shilla yag lebih dulu melaksana kan tugasnya

Tok tok tok

Kembali ada yang mengetuk kamarnya sivia
“siapa? Masuk aja ngga di kunci kok!” teriak sivia dengan posisi biasa dekat jendela sambil melihat keluar,, bedanya ngga pakai matiin lampu,, soalnya Alvin selalu protes,, kata Alvin sih ngga usah pakai matiin lampu lah! Uda muka lo putih pucat,, rambut panjang,, persis deh kayak mbok kunti!,, hahaha ada ada aja Alvin
“kak ini shilla!mmm kak temenin shilla jalan jalan yuk! Bosan nih! Masa di rumah terus!’ keluh shilla
“kamu sendiri aja deh dek! Kakak lagi malas nih! Kakak lagi mau sendiri aja nih!” ucap sivia malas malasan
“ayo lah kak! Kakak kalau gini terus! Sama aja kakak melemahkan diri kakak! Masa kakak mau mau nya aja larut dalam masalah! Semangat dong kak! Masa kakak nyerah gitu aja!” ucap shilla berusaha membujuk
“yauda deh! Memang lah ya! kamu pintar banget bujuk orang plus ngerayu!” ucap sivia sambil merapikan sedikit rambutnya lalu mengganti bajunya
“nah! Gitu dong kak! Nih baru namanya kak sivia yang paling cantik yang shilla kenal!” ucap shilla sambil nyengir
“kamu mau pakai pakaian culun aja shil?” Tanya sivia sambil mengaca di cermin
“hehe,, lagi pingin aja kak! Lagi pula takut ketemu sama teman teman sekolah,, kan kemaren udaa hampir ketahuan!” alasan shilla
“oh,, okelah!mmm kamu aja ya! yang nyetir,, kepala kakak puyeng nih! Okey!” ucap sivia
“okeh kak!” ucap shilla tersenyum senang

@mobil

“kak!” ucap shilla
“mmm”
“kakak ngga mau balikan sama kak iel?” Tanya shilla masih fokus menyetir
“mau sih dek! Tapi dia kayak nya uda terlanjur kecewa dulu ngga sama kakak?” Tanya sivia
“yaaaa kalo cinta mah,, ngga bakal kemana kak! Hehe!” ucap shilla
“haha! Bisa aja kamu!” ucap sivia ikutan tersenyum
“nah kak kita parkir disini aja ya kak!,, abis tu kita jalan aja!” ucap shilla
“emang mau kemana sih shil?” Tanya sivia
“hehehe,, kita makan di pinggiran aja ya kak! Uda lama nih! Lagi pula shilla juga laper banget!” ucap shilla sambil memeggang perutnya
“ya ampun,, kalo gitu kenapa ngga bilang sih! Shilla shilla! Haha!” ucap sivia tersenyum melihat kelakuan shilla

Mereka pun berjalan,, yaaa walaupun sekarang bukan malam minggu,, tetap aja ramai! Jadi harus cari tempat kosong dulu!

“nah disitu kak! Ada yang kosong!” ucap shillalangsung duduk
“iya! Kamu makan apa shil?” Tanya sivia
“mmm,, nasi goreng aja deh kak!” ucap shilla
“yauda,, kakak pesanin dulu ya!” ucap sivia lalu memesan makanan

“huh.. akhirnya tinggal sedikit lagi!” guman shilla

Beberapa saat kemudian sivia pun datang dengan pesanan yang diminta shilla dan juga miliknya

“nih!” ucap sivia sambil memberikan pesanan shilla
“makasih!” ucap shilla langsung menyantap makanannya
“kak! Kalo misalnya kak iel nembak kakak lagi,, kakak mau ngga nerimanya?” Tanya shilla
“duhh,, perasaan kamu nanya mulu deh!” ucap sivia
“yaaaa.. ngga ada kak! Cuma mau mastiin aja! Kalo kakak mau shilla bantu mau ngga?” Tanya shilla
“ah,, shilla ngaco deh!” ucap sivia sambil tersenyum kecut (?)
“eh! Shilla serius! Gimana kak? Kakak mau ngga?,, eh tapi sebelumnya shilla Tanya dulu deh! Kakak masih sayang, suka, atau cinta ngga sama kak iel?” Tanya shilla masih menyantap makanannya
“mmm.. pasti dong dek!” ucap sivia
“tunggu! Pasti? Wah kata katanya simple banget! Pasti itu! Pasti nolak langsung? Atau pasti nerima? Atau pasti apa lahhhh gitu!” ucap shilla
“waduh! Kamu kok jadi bawel gini sih?? Yauda kakak jawab deh!....”
“weeeesssss.. wait! Suaranya harus agak kenceng! Abis kakak kalo ngomong hampir ngalahan suara orang berbisik! Saking ngga kedengarannya! Hehe” potong shilla
“oke! Jujur kakak masih cintaaaaaaaaa.. banget sama yang namanya GABRIEL STEVENT DAMANIK! Kakak pingin banget balikan sama dia! Walaupun kakak masih kesal sama dia,, tapi kakak kangen sama dia yang jail! Lucu! Iseng! Dan segala yang ada di dirinya!,, dah puas kamu ASHILLA ZAHRANTIARAAAA??” ucap sivia panjang lebar dan suaranya agak di kencangin

Shilla pun berdiri dan berjalan kearah mobil

“loh? Shil! Kamu mau kemana? Kok kamu ninggalin kakak?” Tanya sivia kebingungan masih di tempat duduk nya..
“lah? Trus mau ngapain lagi kak! Tugas shilla uda selesai kok! Lagi pula shilla mau bikin PR!” ucap shilla dengan santainya
“tugas? Tugas? Maksud kamu apaan shil?” Tanya sivia makin bingung
“waduhhh,, mana lagi orangnya ya?” ucap shilla celingak celinguk “hello kak iel! Kak! Kakak dengar kan ucapan kak sivia tadi! Jadi keluar cepat! Kasian tuh kak via nya kebingungan!” ucap shilla masih celingak celinguk

dari tempat persembunyiannya iel keluar,, dan jarak nya ngga terlalu jauh dari sana

Sivia hanya tertengun! “jadi! Dari tadi,, iel dengar ucapan kakak?” Tanya sivia masih terkejut malihat iel muncul dari tempat persembunyiannya
“iya lah kak! Toh kakak ngomongnya keras keras! Pakai nama lengkapnya lagi! Hehe,,, maap ya kak! Satu satu nya jalan nih kak!” ucap shilla sambil nyengir
“hai via!” ucap iel
“ngapain lo disini?” ucap sivia agak sinis
“gue mohon! Gue ngga budek via! Gue dengar apa yang lo bilang!” ucap iel menatap sivia serius,, sivia hanya terdiam,, sedangkan shilla geli melihat betapa malunya sivia yang didengar langsung oleh Gabriel mengenai pengakuannya kalo dia masih suka dengan iel
“jadi SIVIA AZIZAH lo mau ngga jadi PACAR GUE?” ucap iel sedikit teriak dan betapa merahnya muka sivia saat semua yang ada di sana pada neriakin “TERIMA…TERIMA.. TERIMA”
“gimana via?” Tanya iel sekali lagi
 Sivia terdian sebentar lalu mulai bicara“ng..ng… gue mau kok jadi pacar lo!” ucap sivia
“APA? GUE NGGA DENGAR!” teriak iel
“GUE MAU KOK JADI PACARNYA GABRIEL STEVENT DAMANIKKKKK!!” teriak sivia
Pelukan dari iel lah yang didapatkan oleh sivia pertama kali,,, semuanya berteriak riuh,, melihat sivia dan iel,, plus siulan dari orang orang,, shilla hanya tersenyum lebarr melihat satu masalah terselesai “akhirnya kak sivia ngga sedih lagi!” batin shilla lalu pulang kerumah! Soalnya sivia pasti jalan jalan dulu sama iel dan pulang sama iel… tetapi sesaat shilla melihat Gabriel masih memeluk sivia,, iel yang menyadari itu mengedipkan sebelah matanya lalu mengacungkan jempol kearah shilla,, shilla hanya membalasnya dengan tersenyum dan pergi dan menghilang dari gerombolan yang melihat aksi iel dan sivia..

Sesampai dirumah…

“heh! Dari mana lo? Mana kak via?” Tanya Alvin mendapati shilla yang baru pulang
“ihhhh.. garang amat sih lo?” ucap shilla
“iya ashillaaa,, mana kakak gue? Trus lo dari mana?” ucap Alvin agak lembut
“ohhhh,, kakak lo lagi pacaarn tuh sama kak iel!” ucap shilla santai
“apa??? Pacaran? Lo gila ya?” ucap Alvin
“beeeehhhh,, ketinggalan berita lo! Baru juga seperempat jam kakak lo balikan sama kak iel!” ucap shilla
“serius lo?” Tanya Alvin masih ngga percaya!
“serius! Deh! Ngapain juga gue boong! Kagak penting amat gue bohong! Jadi besok kita bisa langsung minta PJ sama kak via!” ucap shilla nyengir
“kok bisa?” Tanya Alvin masih ngga percaya
“haduh! Ya bisa lah! Ribet banget yah! Ngomong sama elo! Yauda! Gue ke kamar dulu ya! ngantuk gue!” ucap shilla lalu kekamarnya
Sedangkan Alvin hanya geleng geleng tanda ngga yakin apa yang di ucap kan shilla lalu menonton tv…

@kamar shilla

Shilla bengong dikamar sambil melihat foto ayah dan ibunya,, yang selalu ada di dompetnya

“mama… papa… shilla kangen sama kalian! Kapan kita akan berjumpa lagi ya? sekarang shilla bukan hanya punya teman! Tetapi shilla juga punya sahabat yaitu ify! Sekarang shilla juga uda mulai menyukai seorang cowok! Tapi shilla ngga yakin bahwa dia serius atau hanya main main sama shilla! Semoga aja dia beneran sayang sama shilla! Mama,,  dan papa doa’in shilla dari atas sana ya! shilla juga bakal doa’in mama dan papa juga di bawah sini! Shilla doa’in mama dan papa tenang di atas sana! Amien!” guman shilla sambil memeluk foto kedua orang tuanya


yey... masalah siviel udah selesai!

gimana nih si alvin kira kira masih jaim jaim terus ngga ya sama shilla?

baca aja yaaa,, pert selanjut nyaaaa,, koment and like di tunggu :)

Si Culun VS Si Cakep Part 8 *_*

haaaiii,, nih part 8 nya yaaa...

mmm.. semoga suka yaaa..

enjoy!




Sesampai di perpustakaan,, shilla berpas pasan sama cakka

“hai tia!” ucap cakka penuh senyum
“eh,lo ka!” ucap shilla balas senyum
“mau kemana?” Tanya cakka
“mmm.. ini nih! Gue mau balikin buku,, yang tadi gue pinjam!” ucap shilla sambil menunjukan buku bukunya
“oh,, mau gue bantuin? Buku lo bnyak tuh!” ucap cakka
“oh… ng…ngga usah”
“oh udah! Gue bantuin aja!” ucap cakka langsung mengambil buku buku itu dari tangan shilla
“hhh…ng ng.. thank’s ya!” ucap shilla
“yaelah! Ngga apa lagi! Santai aja!” ucap cakka sambil mengikuti langkah shilla

Diam sejenak lalu cakka pun memulai penbicaraan “mmm.. hampir aja ya.. lo ketauan ya!!” ucap cakka
“oh,, iya! Si debo tuh! Rese amat sih!” ucap shilla menaruh buku buku yang ia pinjam
“haha,, iya! Lo kayak ngga tau debo aja! Agak berbahaya tuh anak!” ucap cakka
“huh! Uda selesai! Oh ya by the way lo kan ada basket kan?” Tanya shilla
“hehe,, iya sih!”
“yaampun cakka! Uda buruan kesana!” ucap shilla sambil agak mendorong tubuh cakka
“oke deh! See you ya!” ucap cakka lalu pergi meninggalkan shilla

“huh cakka cakka! Jangan sampai lo jadi suka sama gue!” ucap shilla sambil melihat cakka yang akhirnya menghilang,, pergi kelapangan

Setalah mengembalikan buku buku,, shilla pun bergegas mengambil tas,, lalu menuju dekat lapangan,, melihat anak anak latihan basket

Cakka yang berada di samping Alvin langsung mendekati Alvin lalu membisikan “lo kenal ASHILLA ZAHARANTIARA?” bisik cakka,, Alvin yang lagi asik bermain basketnya,, menjatuh kan bolanya
“tau dari mana lo?” ucap Alvin sinis
“lo ngga perlu tau dari mana gue tau! Yang jelas lo uda kepincut kan sama tuh cewek! Lo naksir kan sama tuh cewek?!” ucap cakka dengan suara kecil merebut bola Alvin,, cepat cepat Alvin mengejar
“lo jangan main main ya! lo kok tau semuanya!” ucap Alvin berusaha mengikuti langkah cakka
“yahhhh.. jadi sorry aja ya vin,, kalo gue juga punya perasaan sama dia! Abis cewek nya cantik, cerdas lagi!” ucap cakka tersenyum penuh kemenangan
“jangan macam macam ya lo ka! Lo mau mainin perasaan shilla?” ucap cakka
“abis siapa suru shilla naksir sama gue! Yauda gue ladenin aja!” ucap cakka dengan santainya, lalu men shot bola dan ‘masuk’
“kuarang ajar banget sih lo jadi orang! Jangan pernah lo mau mainin perasaan shilla ya!” ucap Alvin mulai emosi mendorong cakka hingga jatuh,, sementara yang lain hanya bingung
“kalo gue nya mau! Gimana? Sorry lo ngga bakal ngedapetin dia,, karena dia uda memilih gue! Dan kami pernah….”

BUKKK…

Tinjuan Alvin melayang di muka cakka! “ lo bajingan! Jangan pernah coba coba untuk mainin dia! Ngerti lo!” ucap Alvin menduduki tubuh cakka siap untuk menumbuk cakka lagi! Tetapi semua terhenti saat shilla teeriak

“ALVIN!, BERHENTI!” ucap shilla,, shilla pun mendekati cakka dan mendorong Alvin
“shil…” ucap Alvin lemah
“udah diam! Lo tu ya! selalu berbuat memakai otot! Ngga pake otak!” ucap shilla membentak Alvin
Seketika cakka tersenyum jahat! Sayang hanya Alvin yang melihatnya,, pelatih pun datang
“ALVIN! Kamu kenapa? Sebagai sesama tim tidak seharusnya kelahi!” ucap sang pelatih
“tapi pak!” ucap Alvin
“tapi apa? Saya melihat kamu duluan yang mendorong cakka lalu memukulnya!” ucap pelatih,, Alvin hanya diam,, rasanya ia mau memberitahu perkelahian ini karena cakka berkata macam macam sama Alvin,, tentang shilla! Tapi ngga mungkin,, yang ada urusanya makin ribet!
“nak tia tolong bawa cakka ke UKS ya!” ucap pelatih,, lalu shilla pun mengangguk pelan dan membawa cakka,, sedang kan Alvin hanya menahan emosi melihat cakka yang tersenyum penuh kemenangan tetapi dalam benak Alvin “dari mana cakka tau ya?” batin Alvin mulai bingung

Di UKS…

“makasih ya!.. aw..” ucap cakka sambil menahan sakit karena kompresan shilla
“iya! Ngga apa kok! Maafin Alvin ya! dia memang rada kasar! Tapi kok dia main mukul lo ya?” ucap shilla msih focus mengompres muka cakka bekas lembaman pukulan Alvin
“oh.. gue juga ngga tau kenapa! Yang jelas,, Alvin itu ngga suka gue dari dulu kan!” ucap cakka sok lembut
“mmm.. aneh ya!” ucap shilla melanjutkan mengompres

Trtrtrtrttrtr

Tiba tiba hp shilla bergetar,, ternyata sms dari sivia

Kak sivia sipit :P

Shil! Kakak uda di parkiran! Kamu kesini ya! kakak ngga bisa masuk! Ada orang yang paling malas kakak temui!



“oh ka! Gue pulang dulu ya! gue uda di jemput,, jadi duluan ya!! ngga apa kan?” ucap shilla
“oh,, ya ngga apa tia! Makasih ya kompresannya!” ucap cakka sambil tersenyum
Shilla membalas tersenyum lalu pergi…

Saat menuju parkiran shilla ngga sengaja ketemu iel.. “oh ada kak iel toh! Pantes kak sivia ngga mau turun!” batin shilla melihat iel sibuk bicara dengan salah seorang guru

Parkiran…

“hai kak!” sapa shilla
“huh sorry ya! pasti uda nunggu lama! Tadi kakak ke kantor papa kakak dulu! Ada sedikit urusan!,, oh ya tadi Alvin uda bilang kalo kakak mau ngajak kamu ke sesuatu tempat kan?” Tanya sivia,, shilla hanya menangguk pelan,,, “ oh yau da! Kita pergi sekarang aja yuk!” ajak via,, mereka pun memasuki mobil…

“sebenernya kita mau kemana sih kak? Kok pakai rahasia rahasiaan!” ucap shilla membuka topic pembicaraan
“mmm… pokoknya suatu tempat yang indah deh! Kamu ngga bakal nyesel kalo kesana!” ucap sivia masih serius menyetir mobil
Shilla hanya mengangguk angguk pelan lalu malihat lihat ke jendela

Sesampai di tempat tersebut shilla hanya terkagum apa yang diliatnya,, mereka sedang di sebuah menara yang cukup tinggi,, di sana dapat melihat padatnya kota! Menara ini terletak di atas bukit,, walaupun matahari cukup menyengat tetapi mereka bisa merasakan angin sepoi sepoi dari atas menara…

“wahhh.. keren kak!” ucap shilla masih kagum
“lebih indah lagi kalo di malam hari shil!,, dimalam hari kota yang terang akan lampu,, seperti bintang bintang yang kelap kelip,, belum lagi banyak kunang kunang yang makin menghiasi malam!” ucap sivia penuh semangat shilla hanya tersenyum kembali menikmati,, “oh ya.. satu lagi! Kalo misalnya beruntung kamu bisa melihat bulan yang terang,, yaaa itupun kalo ngga ketutup awan!” ucap sivia
“huh,, keren! Kakak tau  tempat ini dari mana?” Tanya shilla penuh senyuman,, mendadak sivia awalnya tersenyum puas melihat shilla senang,, langsung mukanya murung
“duh shilla salah ngomong ya?” ucap shilla penuh penyesalan
“ngga apa kok shil! Justru kakak mau cerita kan kamu masalah ini!” ucap sivia berusaha tersenyum, dan mengingat kepahitan yang dideritanya

Sivia diam sejenak lalu mulai bercerita “kamu tau kan hubungan kakak sama iel?” ucap sivia,, lalu mendapati anggukan shilla “dulu kakak akrab kali sama dia! Kakak itu dulu hampir sama dengan Alvin!, nakal!, gak tau aturan, suka berkelahi, pulang selalu malam!,, huh pokoknya kakak ngga banget deh!” ucap sivia sedikit tersenyum mengingat semuanya

“akhirnya kakak masuk SMA,, disana kakak masih aja nakal! Sampai beberapa bulan kemudian! Ada anak baru, yaitu iel! Pindahan dari BATAM,, Dulu dia jadi incaran kakak! Kakak suka menjaili dia! Malahan kakak pernah nantang dia main basket 1 on 1,, kami buat perjanjian yang kalah harus ngikutin kata kata yang menang! Harus! Sampai hari kelulusan! Ternyata kakak kalah! Kakak ikuti deh semua kata kata iel,, sampai suatu saat iel jatuh sakit! Yaaaa Cuma demam biasa sih! Itu pun karena kakak!” ucap sivia panjang lebar lalu melihat shilla memerhatikannya dengan serius dan melanjutkan

“loh kok bisa karena kakak?” Tanya shilla

“kan kakak uda bilang,, kalo kakak dulu jail banget!,, jadi kakak di suru dia nyuci mobil nya! Awalnya kakak protes abis abisan! Masa kakak disuru cuci mobil,, ya iel mah ngingatin kakak soal perjanjian itu,, akhirnnya kakak nurut,, awalnya sih iseng iseng kakak semprot dia pakai air pas dia lagi baca majalah,, dia juga nyiram kakak pakai air,, tapi dia yang lebih banyak kena! Eee rupanya fisik iel itu lemah banget,, besoknya malah demam,, akibatnya kakak juga yang repot! Harus ngerawat dia sampai SEMBUH! ,, ya kakak di suru suapin dia kalo makan lah! Catatin pelajaran ketinggalan lah,,, beliin dia bubur lah! Pokoknya nyebelin banget deh!” ucap sivia panjang lebar,, sedangkan shilla nyengir mendengar cerita sivia

“trus setelah dia uda agak sembuh dia ajak kakak ke sini! Tapi ya,, malam hari gitu,, kebetulan dia kenal sama penjaga menara ini,, sumpah! Kakak terkesan banget sama tempat ini! Kami diam agak beberapa lama! Menikmati suasana malam disini! Kakak kebetulan hanya memakai kaos pendek! Plus jins jadi kedinginan! Kebetulan banget si iel pakai jaket plus kemeja dalam jadi dia nyelimuti tubuh kakak memakai jaket nya! Kakak awalnya tersentak,, Cuma iel malah tersenyum manis dan itu membuat kakak ngga bisa berkata apa apa!” ucap sivia,, tersentak shilla mengingat kejadian saat Alvin juga memberinya jaket saat dia kedinginnan pas malam minggu…

“akhirnya kami memutuskan untuk diam lagi,, agak beberapa lama iel pun mengeluarkan sesuatu dari kantongnya itu!, yaitu kalung bergambar panda,, yang paling kakak suka! Dan ngga disangka dia nembak kakak shil! Awalnya kakak terdiam dengan semua kejutan yang dia kasih! Kakak bingung! Karena kakak paling ngga boleh pacaran sama sembarang orang oleh papa kakak shil! Akhirnya kakak minta beberapa waktu,, dan kakak Tanya pendapat Alvin! Kata Alvin sih ‘Asal dia bisa bahagiain lo! Gue bakal mendukung lo 100% kak! Kalo urusan papa! Gue bakal bantu semampu gue kak!’ gitu kata Alvin,, akhirnnya saat iel kembali menyanyakan masalah kakak nerimanya iya,, atau ngga! kakak menerimanya! Waktu itu pas liburan kenaikan kelas 3 SMA!” ucap sivia, ngga terasa air mata sivia mengeluarkan air mata,, shilla yang melihat itu ikut prihatin

Sejenak sivia menghapus air matanya menatap kosong kedepan lalu melanjutkan kembali “3 minggu berlalu,, tepat 1 bulan kami jadian! Iel mangajak kakak ke sebuah restoran,, restoran jauh dari kota cukup sepi tetapi tempatnya cukup romantis,, dia menyanyikan subuah lagu yang sangat kakak suukai yaitu lagu CHRISTIAN BAUTISTA judulnya THE WAY YOU LOOK AT ME! Dia menyanyikannya dengan piano,, saat dia menyanyikan lagu itu awalnya kakak merasa nyaman,, tetapi ada sesuatu yang mengganjal di benak kakak,, kayak ada sesuatu yang akan terjadi,, ternyata benar! Keesokan hari nya iel mengihilang! Ngga ada kabar! Uda berkali kali kakak sms dan telfon tapi ngga ada jawaban sama sekali dengan iel,, trus…trus…hhh.. hiks…” ucap sivia dengan tersedu sedu

“shilla rasa kakak harus mendengar penjelasan kak iel dulu! Karena shilla yakin kak iel pasti punya penjelasan! Shilla yakin kalau kakak kemarin marah dan ngga mau dengar penjelasan iel yaaa.. karna kekesalan kakak terhadap kak iel! Sebenarnya kakak ingin sekali kak iel kembali kepada kakak,, ya kan? Cobalah kak berterus terang kepada hati kakak sendiri!” ucap shilla memeluk tubuuh sivia,, sedangkan sivia kembali menangis tersedu sedu di pundak shilla

“makasih shii,, makasih untuk sarannya! Ntah kenapa ketika kamu masuk di kehidupan kakak,, kakak jadi terasa nyaman! Dan satu lagi! Posisi kamu hampir sama dengan iel” ucap sivia masih memeluk shilla

“ya sama sama kak!” ucap shilla tersenyum,, tanpa mendengar pasti ucapan terakhir sivia,, lalu mereka pun pulang karena hari sudah sore


Sesampai di rumah terdengar perkelahian seseorang dari dalam rumah…



“ALVIN! KENAPA NILAI KAMU SEMUANYA MENURUN? MAU JADI APA KAMU HA? MULAI SEKARANG JANGAN KAMU COBA COBA UNTUK BERMAIN BASKET LAGI! KALO NILAI KAMU MASIH BURUK! PAPA AKAN MEMINDAHKAN KAMU KE LUAR NEGERI! INGAT ITU!” ucap seorang lelaki memakai jas dengan dan danan rapi itu

“KENAPA PA? KENAPA PAPA SELALU MEMAKSA ALVIN? MELAKUKAN INI ITU! ALVIN CAPEK PA! ALVIN CAPEK JADI BONEKA PAPA!!” teriak Alvin

“JANGAN KURANG AJAR KAMU YA!”

PLAKKKK!!!!

Sebuah tamaparan mendarat di pipi mulus nya Alvin

“PAPA!” teriak sivia dari arah pintu
“AWAS KAMU SIVIA!” ucap bapak bapak itu
“PA! papa ini kenapa? Cukup sudah papa mengasarin Alvin pa! betul kata Alvin,, papa berhenti menjadiin kami boneka! Kami ini anak papa! Bukannya boneka papa! Papa sadar gak kalo selama ini papa ngga pernah perhatikan kami! Papa itu lebih mentingin kerjaan papa  dari pada kami! Semenjak mama meninggal! Papa selalu aja meninggalin kami! Papa datang saat papa hanya membutuh kan kami! Papa anggap kami ini apa? Mainan?! Cukup sudah pa! Alvin! Bukan lagi urusan papa! Tapi tanggung jawab sivia!” ucap sivia sambil memeluk Alvin,, sedangkan shilla melihat dari jauh dari pintu
“APA? Kamu uda berani nantang papa via? Belajar dari mana kamu ha? Anak pengecut kayak adik kamu ini ngga usah di belain! Ngerti kamu!” teriak papa Alvin
“berhenti papa! Berhenti teriakin Alvin pengecut! Papa yang pengecut! Papa menjadikan kami sebagai pelarian papa! Saat papa kesal! Papa selalu membentak kami! Dan maki maki kami! Bahkan papa memukul kami!” ucap sivia ngga mau kalah
“dasar anak kurang ajar!” ucap papa Alvin menampar sivia
PLAKK!!!

Dan kali ini tamaparan yang cukup kencang juga mendarat di pipi nya sivia

“hahaha.. terus pa! terus! Kenapa ngga sekalian aja papa bunuh kami berdua! Agar kmi ngga perlu ngerasakan sakit yang kami rasakan! Papa ngga bakal tau rasanya!” bentak sivia
Akhirnya papa sivia pun pergi… saat menuju keluar papa Alvin melihat shilla tertunduk,, lalu kembali berjalan

“kak kenapa papa sangat membenci Alvin kak?” ucap Alvin masih memeluk sivia
“ngga kok dek! Papa mungkin Cuma kesal aja! Kakak yakin papa ngga jahat kok! Mana mungkin ayahnya benci anak nya sendiri!” ucap sivia,, kali ini sivia kembali menangis

Beberapa hari ini sangat hari yang melelahkan buat sivia,,, sivia masih bermenung di kamarnya sambil melihat ke luar

wahh, kasian ya! alvin dan via! kira kira ada ngga ya orang tua kayak gitu? semoga aja ngga! :)

sorry kalo ngga panjang panjang amat ya!

Si Culun VS Si Cakep Part 7 ^^

hahai!,, ngaret ngga?
ya ngga dong!
hehe

nih part 7 nya! karena ngaret sebulan jadi uda saya ketik ;)

so! enjoy!








Alvin masih senyam senyum melihat shilla tidur,, mungkin karena malam begitu dingin shilla menggosok gosok badannya dan mengecilkan tubuhnya, Alvin yang melihat agak kasihan,, lalu menyelimuti dengan jaket, tetapi shilla masih kedingan “duh, lo kedinginan banget ya?” ucap Alvin prihatin

Akhirnya ia pun ber inisiatif menggendong shilla ke kamar! Sesampai di kamar Alvin menyelimuti shilla dengan jaket hitamnya itu, dan menyelimuti lagi dengan selimut yang berwarna biru muda itu, dengan senyum lebar di wajahnya lalu Alvin mengecup kening shilla sambil mengatakan “semoga lo mimpi indah shil, maaf kalo kemaren gue berkelakuan buruk sama lo, gue gak bermaksud kok!” ucap sambil mengarah keluar kamar
“mimpi indah juga vin, gue uda maafin lo kok!” ucap shilla tersenyum lalu kembali tidur

Sejam,, dua jam,, Alvin menunggu sambil mengganti saluran di tivi
Tok tok tok…
Krek!
“kak via!” ucap Alvin berdiri melihat sivia pulang dengan mata sembab dengan masih sesegukan, dan juga baju yang sedikit kotor!
Sivia hanya diam! Tidak menjawab sama sekali terus jalan lurus mengarah kekamarnya, saat sivia hendak menaiki kamarnya di tahan oleh Alvin
“kak! Plis deh! Lo sendiri kan yang janji gak bakal menyembunyikan apapun sama gue! Lo kenapa kak? Lo nangis? Karna siapa?” ucap Alvin penuh perhatian
Sivia sebentar menatap penuh kesedihan kearah Alvin, tidak menjawab, tetapi malah mendorong Alvin dan lari kearah kamarnya, Alvin keheranan, agak beberapa detik dia terdiam, lalu mengejar kakaknya yang ada di dalam kamarnya, tetapi pintu malah di kunci
“kak! Buka kak! Lo kenapa sih? Lo cerita dong sama gue! Kalo memang bisa gue bakal bantu semampunya!” ucap Alvin menggedor kamar sivia
Hening sebentar,, Tak ada jawaban kembali “fine, kak! Kalo lo memang gak mau cerita sekarang! Gue bakal tunggu sampai lo mau cerita! Kapan pun lo mau!” ucap Alvin akhirnya berhenti menggedor lalu kembali kekamar nya karna itu percuma! Alvin dan sivia memiliki sifat yang gak ada bedanya! Yaitu sama sama keras kepala, setegas apapun kita tentang pendapat sivia maupun Alvin pasti tetap bersi teguh mereka dengan pemikirannya!
Sedangkan sivia menahan tangis, akhirnya keluar juga, malahan lebih berderai! Lalu dia memeluk sebuah boneka panda! Ya panda, boneka sangat sivia sayangi, walaupun memang banyak boneka pandanya, itu lah pilihannya yang dia peluk, memang sivia cewek yang sangat tergila gila dengan panda!

“maafin gue!” desis sivia

****

“woammmm,, aduh,, haus banget!” guman shilla saat bangun dari tempat tidurnya,, diliriknya jam yang berada di dinding kamarnya jam 3 malam!  Shilla yang sangat pingin melanjutkan tidurnya,, tiba tiba cegukan, dari pada gak bisa tidur sampai besok pagi, mending turun aja deh! Ambil minum bentar!

Saat shilla menuju ke tangga tiba tiba ada yang menangis sesegukan “mampus gue! Suara apaan tuh! Waduhhh,, Alvin gak pake cerita kalo nih rumah ada hantunya lagi!” guman shilla saat mendengar suara itu makin besar,, shilla yang karena penasaran, menuju arah sumber suara..

“hiks.. hiks..”

Suara itu ternyata terdengar dari kamar sivia, saat shilla mengintip kearah jendela kecil di sebelah kamar sivia,,, terlihat sivia duduk di pojok kasur sambil memeluk boneka panda..
“kak via!” batin shilla,, pelan pelan shilla mencoba membuka pintu kamar sivia,, ternyata pintu nya tidak di kunci!
“kak via kenapa?” ucap shilla lembut duduk di samping sivia
Sentak sivia memeluk shilla kuat! Dan menangis sekuat kuatnya di pundak shilla,, shilla hanya diam,, ia membiar kan sivia menangis sepuasnya sampai mau cerita

Saat sivia sudah mulai tenang shilla memberanikan diri bertanya “kak! Kakak kenapa? Kakak mau cerita sama shilla?” Tanya shilla sambil mengelus rambut panjang sivia
“iel, shilla! Iel…” ucap sivia masih tersedu sedu
“tadi kakak ada yang mengisengi! Dengan cara nge sms kakak untuk datang ke taman, jam tujuh! Kakak diamin, Cuma orang yang nge sms itu maksa! Sampai jam 9 kurang 15 menit dia kembali nge sms, emosi kakak memuncak! Kakak datangi tuh orang yang ada di taman! Saat kakak menebak nebak siapa orang itu,, ternyata… ternyata… hiks..” ucap sivia terpotong lalu melap mukanya dan kembali cerita “ternyata benar, kalo itu iel!, kakak uda mau pergi dari situ! Tapi iel mencegat kakak! Dia mencoba menjeaskan kalo dia pergi meninggalkan kakak itu karena ayahnya mendadak ada urusan perusahaan yang mendadak sekali! Kakak gak mau dengar,, tetapi dia terus bercerita,, dia minta maaf sama kakak dan minta bailkan,, tetapi kakak gak mau! Kakak malah menampar iel,,Karena dia uda terlanjur nyakitin kakak!” cerita sivia panjang lebar

“tapi kakak masih cinta kan sama kak iel?” Tanya shilla lembut, lalu sivia mengangguk pelan

“jangan bohongi perasaan kakak! Kan kak iel punya alasan jelas! Dan dia juga mencari cari kakak selama ini,, hanya untuk minta maaf kan? Jadi lebih baik ikuti kata perasaan kakak!” ucap shilla lembut

“tapi dek! Kakak kesal! Cuma karna urusan itu! Apa salahnya sms kakak atau nelfon! Masa gak kasih tau sama sekali,, kakak sengaja bolak balik ke Indonesia Cuma untuk mencari keberadaan iel! Tapi apa? nihil! Dan sekarang! Dia tiba tiba muncul di hadapan kakak! Seolah olah, dengan perkataan maaf dapat menyelesaikan semua masalah! Gak! Gak segampang itu!” ucap sivia mulai emosi

“oke! Kalo menurut pendapat kakak begitu,, yaaa memang dengan perkataan maaf tidak bisa menyelesaikan masalah! Kalo pun bisa,, ya gak bakal ada penjara maupun polisi! Tapi Cuma satu perkataan shilla,, kalo memang ada kesempatan untuk kak iel! Beri kesempatan kak iel untuk menunjuk kan kalo kak iel itu bersungguh sungguh! Dan semuanya putuskan juga semua itu dengan perasaan kak sivia! Karena gak semua masalah bisa di selesaikan dengan logika saja! Tapi dengan HATI! Karena setiap orang di kasih perasaan untuk itu!” ucap shilla sembari tersenyum

“yauda! Mending kak via tidur sekarang! Ntar kakak ke capekkan! Kakak kan gak boleh kecapekkan,, tubuh kakak harus fit! Biar gak cepat sakit! Yauda! Kalo gitu shilla tidur dulu ya kak! Besok pagi pagi shilla harus berangkat agak pagian! Karena besok shilla ada jadwal piket! Bey!” ucap shilla lalu kembali kekamar

Sivia masih diam terpaku, mengingat kata kata shilla! Didalam hati kecilnya ia merasa bodoh! Mengapa dia berpikir seperti anak kecil gini! Kenapa dia gak bisa memaafkan iel yang uda berusaha sekuat tenaga untuk minta maaf ke dia! Dan menjelaskan sejelas jelasnya! Dan kata kata shilla itu sepenuhnya BENAR! Sivia gak bisa memungkiri! Mungkin tadi ia hanya kebawa emosi! Dan menganggap semua itu terjatuh kesalahannya kepada iel! Tanpa mendengar sepenuhnya penjelasanya “BODOH!” desis sivia,, akhirnya sivia tertidur, karena ia terlalu lelah memikirkan semuanya

***

Keesokan paginya….

Uda ada sivia dan shilla di meja makan,, sivia masih sibuk meyiapkan sarapan,, sedangkan shilla duduk dengan tenang melahap rotinya,, tentunya dengan masih pakaian cupu bin culun abis abisan deh!

“pagi!” sapa sivia penuh senyuman, seolah olah gak ada yang terjadi tadi malam, Alvin yang baru turun sambil merapikan dasi SMA nya,, cengo,, perasaan pulang pulang tadi malam mukanya sivia macam ketimpuk batu besar! Menyedihkan banget! Eeee… pagi pagi macam orang yang yang abis di tembak oleh JUSTIN BIEBER aja! Ceria amat! Tanpa menyisakan muka sembab!

“’lo.. baik baik aja kan sipit?” ucap Alvin aneh! Lalu duduk di kursi tanpa berkedip menghadap sivia,, sedangkan shilla senyum senyum mendengar pertanyaan super konyol yang dilontarkan Alvin

“yaaa.. lo gak liat apa? Nah sekarang kelihatan kan? Siapa yang matanya sipit! Sampai sampai gak liat keadaan gue sekarang!” ucap sivia tersenyum geli

“ah lo bercanda.. perasaan tadi malam….”

“ssssttttt!! Yang penting toh! Gue Gak papa kan? Jadi gak usah di bahas lagi!! Basi tau ngga!” ucap sivia sembari tersenyum,, Alvin lalu mengangguk pelan,, lalu memakan rotinya

Karena Alvin dan shilla satu sekolah,, mereka pergi berdua,, awalnya sih shilla nolak! Alasannya yaaa.. biar gak digosipin anak anak! Tapi sivia keras menyuruh shilla,, ya akhirnya shilla mau juga,, kalau Alvin sih biasa aja! Yang penting kalo ngaret gue cabut! Ucap Alvin

Sesampai di sekolah,, Alvin menjadi pusat perhatian semua orang,, ya gimana ngga? Si tia si super duper cupu bin culun datang dengan Alvin si cakep bin ganteng! Weleh weleh seakan akan ini adalah keajaiban dunia ke 8 kali ya? *penulis lebe -__-*

rio yang lagi tegak tegak sama anak basket untuk latihan nanti bengong melihat keajaiban dunia ke 8 tersebut…
cepat cepat shilla kabur kekelas,, sedangkan alvin dengan santai menyamperin teman temannya itu..
“hai all!” ucap  Alvin langsung ngambil posisi di samping rio… sedangkan rio ngga berkedip melihat kelakuan Alvin makin aneh aja!
“vin! Are you okey?” ucap rio sambil meletakkan tangan nya di kening Alvin
“I’m fine Maria stevani adinda maling!!(aslinya MARIO STEVANO ADITYA HALING,, hehehe just kidding :P) Kenapa sih? Semuanya pada ngeliatin gue?” ucap Alvin mulai risih di perhatikan
“kemaren lo baru aja jalan sama cewek!,, kayaknya cantik,,, sekarang pagi pagi lo uda datang sama kebalikan tuh cewek kemaren! Alias si cupu!” ucap riko salah satu anak basket…
“ha? Tau dari mana lo ko!” kaget Alvin
“hei Alvin lo lupa beneran,, atau sok sok lupa sih? Lo lupa ya? Kalo kemaren kan si debo anak kebo itu motret lo sama cewek kemaren lo pergi!” ucap rio sambil mengetuk ngetuk kepala Alvin
“alah! Gue lupa! Jadi si debo tu nempel di madding?” Tanya Alvin
“yaiya lah alvin jonathan! Secara baru aja lo jadi TOP TOPIK! Kemaren! Eee sekarang,,, lo belum putus juga sama si tia,, uda jalan duluan sama cewek cantik!” ucap dayat yang anak basket juga

Tanpa berpikir panjang Alvin langsung menuju ke madding,, dan benar foto Alvin dengan shilla benar benar kepajang! Tetapi untung aja muka shilla samar samar dan cukup gak bakal kebaca kalo itu sebenarnya tia! Dan parahnya lagi judul yang tertempel itu ‘SANG PLAYBOY COME BACK!’ judul teratas,, ya memang gak bisa di pungkiri kalo Alvin ini dulu adalah playboy cap korea ter populer lah! Cuma semenjak Alvin pacaran sama nova! Alvin berubah! Tetapi sayangnya karma gak jauh jauh dari Alvin,, sekarang giliran Alvin yang di dua in sama si nova! Semenjak itu kabar Alvin dekat sama cewek itu LANGKA!

Di saat yang sama shilla juga melihat mading itu! Dan muka nya cukup merah padam! Untung aja gak ada yang menyadari kalo itu adalah tia kalo ngga bisa brabe! Bukannya apa apa,, kan nanggung nih UN ntar lagi,, jadi si shilla mah mau focus aja! Apa hubunganya? Pasti itu yang terfikir! Masalahnya itu cowok cowok di sekolahan ini paling kegatelan kalo ada cewek cantik! Bukan berarti ngga ada yang cantik,, banyak sih! Contohnya Zahra! Tapi siap siap kena semprot mulu sama Zahra,, buanyak banget yag cantik kayak Zahra tapi yaaaa… cewek cewek di sini tuh,, yaaaa ngga ada yang unik kayak shilla,, uda baik,, kaya!,, cantik,, jago 3 bahasa, akademiknya lumayan bagus yaaa walaupun ngga sebagus si ify,, tetapi yaaa,, cukup cewek yang cerdas,, dan bijak lagi!! Siapa sih yang ngga klepek klepek sama si shilla,, nah,, ntar kalo ketauan kan bisa bisa shilla di gangguin cowok cowok di sekolahan mulu! Jadi kagak focus deh!

Jadi tuh yaaa.. posisi Alvin sangat untung banget tuh! Tapi yaaa… untuk nembak shilla sih Alvin belum kepikiran,, masih troma sih sama masa lampau! Gimana ngga? Yang biasanya Alvin yang duain cewek,, eeee uda stop Alvin ngeduain cewek malahan uda cinta mati, weleh weleh,, malah tuh cewek yang nge duain Alvin!! Gimana ngga hancur tuh Alvin!

Lanjut ke cerita!

Alvin hanya tersenyum jail melihat pengumuman itu,, sedangkan shilla hanya dongkol sendiri,, gimana ngga,, masa hampir seluruh cewek maupun cowok yang ngikutan ngeliat tuh foto malah bilang gini “sabar ya tia, lo jangan nyerah yaaaa!!!” ucap murid murid… weleh weleh kok pada ngga nyagka sih!! Kalo itu si tia! Tapi bagus deh! Biar ini jadi surprise!

“denger ya! Si tia uda tau kok kalo gue uda punya pacar yang lain,, yaaa mau di duain gitu! Jadi ngga usah pada kaget gitu! Si tia aja biasa aja!” ucap Alvin akhirnya angkat bicara,, yang lain hanya cengo! Masa ia si tia mau di duain! Kejam banget tuh Alvin,, ngeduain cewek terang terangan lagi! Mana orang makin banyak yang nyuru shilla sabar lagi! “yakan sayang!” ucap Alvin langsung merangkul shilla lalu mengedipkan sebelah matanya,, shilla dengan pasrah ngangguk kecil,, takut takut di Tanya lagi akhirnya Alvin membawa shilla tetapi tetap merangkulnya

Sedangkan dari kejauhan cakka melihat aksi aksi itu “hhhh.. uda tau juga mau ketauan masih juga lo bisa santai! Ternyata lo jago acting juga ya vin! Tapi kartu mati lo uda di tangan gue!” guman cakka melihat Alvin dan shilla dari jauh sambil tersenyum penuh kemenangan

“hai sob! Ngapain lo senyam senyum gitu!” ucap ray salah satu teman baik nya cakka,, sama sama benci sama Alvin dkk
“lo ngga bakal percaya apa yang gue ketahui!” ucap cakka melirik ray
“apaan emangnya? Baru dapat sasaran baru lo?” Tanya ray
“ngga,, tetapi gue baru dapat kartu matinya rival gue!” ucap cakka tersenyum
“maksud lo? Alvin gitu?” Tanya ray
“iya! Kali ini dia bakal tunduk sama gue! Kalo ngga dia bakal kehilangan yang sangat berharga!” ucap cakka
“kali ini apa rencana lo?” ucap ray ikutan tersenyum
Cakka pun langsung membisikan rencananya kepada ray,, tanpa ragu ray tersenyum lebar tanda ia setuju “lo yakin tuh cewek tia?” Tanya ray sekali lagi?”
“lo raguin apa yang gue dapatkan? Ya iya lah! Toh kemaren kami jumpa di mall kok! Malahan kami sempat bicara bicara!” ucap cakka meyakinkan ray
“okedeh,, kalau memang bener,, gue ikutin aja apa kata lo! Jadi kalo lo butuh bantuan gue,, telfon aja gue! Sip!” ucap ray menepuk pundak cakka lalu pergi karena bel sudah berbunyi,, memang cakka dan ray tidak satu kelas sekarang,, tapi dulu waktu kelas 1-2 mereka satu kalas muluuuu malahan mereka juga satu kelas juga dulu sama Alvin dan rio..

Pulang sekolah…

“tia! Lo pulang sama kak via aja ya! Gue mau latihan basket! Tadi dia uda gue telfon! Tapi dia mau ke kantor papa dulu! Jadi yaaaa… lo nunggu aja bentar!ngga apa kan?” ucap Alvin nyamperin shilla saat pelajaran usai
“yaelah! Ngga apa lagi vin! Ngapain juga! Pake jemput? Gue pulang pakai taksi aja kali!” ucap shilla masih sibuk merapikan buku buku nya
“yaaaa… au tuh! Kak via! Katanya sih mau ngajak lo kesesuatu tempat gitu! Jadi sambil lo nunggu kak via, liatin gue main basket aja!hehe!” ucap Alvin nyengir
“yauda,, duluan aja! Gue mau ke perpustakaan dulu! Soalnya gue tadi ada minjam buku!” ucap shilla lalu Alvin pun pergi



part ini sorry agak menyedih kan!
dan alvin dan shilla wihhhhhh so sweet amat! (ada yang cemburu ngga?)

cakka kali ini ada rencana buruk! waduh! kacau!

segini dulu ya part ini! semoga enak! *emang dimakan!*